Diawali dengan Bismillahirrohmanirrohim
Misi agan2, sista, mimin, momod dan para sesepuh OANC’eh lainnya.
Kali ini ane mau sharing CATOPER kami ke Gn. Sumbing 3.371 mdpl via Dusun Garung, Desa Butuh
Kalikajar, Wonosobo.
Libur Lebaran telah tiba,
Dimana setiap tahunnya kami komunitas AMPALA (anak muda prapatan penikmat alam) Bojonggede Bogor, melakukan rutinitas tiap libur lebaran untuk mengunjungi salah satu Ciptaan Allah S.W.T yang luar biasa indahnya yaitu Gunung2 yang ada di Indonesia khususnya Pulau Jawa.
Berhubung Lebaran di kampong ane mengikuti ketetapan pemerintah yaitu tanggal 31 September 2011, yasudahlah planning kami yang mulanya tanggal 1 Sept 2011 sudah jalan akhirnya diundur jadi tanggal 2 sept 2011.
Iseng2 ane buka index dan forum OANC di kaskus, ane liat informasi bahwa Gn. Slamet tutup semua jalur pendakian, untuk memastikan keabsahannya, ane telp langsung basecamp Gn. Slamet dan ternyata benar ditutup dengan alasan hutannya habis kebakaran dan ada pendaki yang hilang dan tersesat walaupun ane sudah tahu dari kaskus bahwa yang hilang itu :hoax dan inilah kali kedua kami gagal menyinggahi Gunung Slamet setalah tahun kemarin akhirnya dari Gunung Slamet dan jadinya ke Semeru.
Dan akhirnya ane buka2 lagi index catoper anak OANC, terbersitlah dalam hati ane mau ngesot ke Gunung Sumbing via Ds. Garung Wonosobo, ane liat view2 nya ajib bener, udah gitu ga jauh dari planning yang pertama yaitu Gn. Slamet.
Setelah Lebaran tepatnya tanggal 1 sept 2011, ane data lagi kawan2 yang mau ikut ngesot mengunjungi Gn. Sumbing, dan ternyata dari sekian banyak kawan2 tidak bisa ikut dengan alasan budget tidak memadai, ada yang mau married, pulang kampong, masuk kerja, masuk sekolah, inilah itulah, hadeuh……rarariweuh….
Yasudahlah, akhirnya yang bergerak dari organisasi ini hanya ane (TS) dan kakak ane, kami jalan berdua ke Gn. Sumbing.
Sebetulnya kami juga harus mudik, namun minta izin tidak ikut karena mau naik gunung, sedikit susah meyakinkan orangtua untuk anaknya naik ke Gunung, dan akhirnya kamipun di ridhoi dan dido’akan biar selamat sampai puncak dan kembali lagi ke rumah dengan selamat. Amin.. .
Singkat cerita,
Jum’at Tanggal 1 September 2011
Sementara kakak ane menyiapkan perlengkapan untuk mendaki dan logistik, ane pergi ke Stasiun Senen untuk memesan tiket ke Purwokerto. Setelah sampe sana, ternyata semua tiket ekonomi ke Purwokerto sudah habis, dan ane putar otak, mengingat2 lagi kayanya pernah baca thread CATOPER ke Sumbing dari Jakarta naik kereta Tawang Jaya jurusan Senen – Semarang Poncol. Dan ane liat loket Tawang Jaya sepi, yasudah ane beli langsung tiketnya untuk keberangkatan tanggal 2 Sept 2011, di tiket jadwal keberangkatan pukul 10.15, tiket seharga Rp. 33.500,-[/spoiler]
Tanggal 2 September 2011
Pukul 07.00, kamipun bangun tidur siap2 untuk berangkat, mandi, sarapan, dan tak lupa pula mengecek kembali perlengkapan dan logistik yang harus dibawa, ternyata tinggal roti tawar yang belum dibeli, karena di supermarket di lingkungan rumah ane belum ada stock lagi, katanya habis lebaran belum isi lagi, yasudahlah kita beli di semarang saja.
Pukul 08.30, kami telelpon orangtua yang sudah ada di kampung Subang, untuk minta do’a biar selamat.
Pukul 08.45, kami pun siap untuk berangkat, tak lupa pula kami berfoto ria sebelum berangkat dan berdo’a sejenak, setelah itu naik angkot dari Rumah ke Stasiun Bojonggede ongkos Rp. 1.500,- /orang
basecamp AMPALA

Pukul 09.00, kami pun sampai di Stasiun Bojonggede, menunggu kereta ekonomi ke arah Jakarta,
Pukul 09.05, naik kereta ekonomi ke Stasiun Sawah Besar ongkos Rp. 2.000,- per orang
Pukul 10.10, kereta sampai di Stasiun Juanda, berhubung ada gangguan sinyal, jadi kami turun di Stasiun Juanda, naek ojek sampe Stasiun Senen ongkos ojek Rp. 10.000,- per orang.
Pukul 10.20, kami sampai di Stasiun Senen, kami berlari sampai ke dalam stasiun dan untungnya kereta belum jalan.
Pukul 10.25, kami naik kereta Tawang Jaya, kami heran melihat bangku yang masih kosong banyak banget, kamipun milih tempat duduk yang nyaman dan dekat kipas angin dan toilet biar gampang kalo pup….hehehe.
Kondisi kereta

Ternyata dibalik kesenangan itu ada yang membuat kami kesal, kereta ngaret sampai 1 jam 10 menit, di tiket tertera keberangkatan 10.15.
Pukul 11.25, kereta kamipun berangkat dari Stasiun Senen menuju Stasiun Semarang Poncol,
Berhubung jam makan siang, perut kami pun sudah mulai teriak, akhirnya kami membeli nasi goreng+telor ceplok masih anget yang dijual oleh petugas PT. KAI, seharga Rp. 10.000,- per porsi. Lumayan buat ganjel perut selama di perjalanan.
Pukul 14.30, berhubung banyak Stasiun yang tidak berhenti dan akhirnya kereta sampai di Stasiun Cirebon, kami pun melihat dari jauh, Nampak si kerucut Ciremai yang Nampak dengan Gagah,
Jadi teringat pendakian Ciremai tahun 2006 lalu, hehehe
Pukul 18.30, setalah 7 jam di kereta, akhirnya kami pun sampai di Stasiun Semarang Poncol, sampai lebih cepat dari yang diduga. Kami pun istirahat sejenak, ke toilet, dan ngecas hape.
Pukul 19.30, kami keluar dari Stasiun Poncol, untuk mencari ATM dan Alfamart untuk membeli roti yang belum dibeli, dan ternyata kedua tempat tersebut jauh dari Stasiun, ada juga Alfamart yang masih baru, roti yang kami caripun tidak ada.
Pukul 20.00, kami pun naik mobil ke arah Terminal Terboyo, dengan ongkos Rp. 5.000,- per orang,
Pukul 20.30, kami sampai di Terminal Terboyo, istirahat, makan malam dulu dan kami liat ada pedagang yang buka Tenda Soto Lamongan, kami pun pesan soto lamongan 2 porsi, ternyata habis mungkin karena sudah malam, adanya nasi rames dan kamipun terpaksa memesannya karena sudah lapar. Iseng2 kami nanya ongkos bus kearah wonosobo, kata si Tukang Nasi, kalian tepat kalau nanya sama pedagang, kalau nanya sama orang di luar terminal bisa sesat dan ongkosnya bisa membengkak katanya, dia kasih info ke kami ongkos ke wonosobo paling mahal Rp. 25.000, setelah kami selesai makan, kami bayar 2 porsi nasi pecel (nasi + telor bullet + kangkung + teh anget) sebesar Rp. 25.000,- (mungkin mahal karena sudah plus biaya informasi kali yak… :hammer)
Terminal Terboyo

Pukul, 21.00, bus ke arah Wonosobo yaitu Bus Maju Makmur sudah datang, kami pun naik bus tersebut dan bilang ke kondektur turun di Ds. Garung pendakian Gunung Sumbing, untung kami dapat duduk, sehingga bisa istirahat dan tidur…. :hammer [/spoiler]
Sabtu Tanggal 3 September 2011
Pukul 01.00, kami pun sampai di Ds. Garung, tak lupa kami berfoto ria di Ds Garung, Desa menuju basecamp Gn. Sumbing.
Desa Garung

pertigaan menuju basecamp

Pukul 01.10, kami pun sampai di Basecamp Sumbing yang lama, ternyata menurut informasi dari penduduk setempat untuk sementara basecamp dipindahkan ke tempat lain yang sudah disediakan tidak jauh dari basecamp yang lama.
basecamp lama

Pukul 01.30, akhirnya kami sampai di Basecamp yang baru (sementara), disana kami lihat banyak pendaki yang sudah terlelap tidur dan ada juga yang masih bergadang sambil ngopi2. Setelah itu kami ngobrol2 sama anak bekasi yang baru turun, setelah itu kami buka carrier untuk buat kopi dan makan malam.
Pukul 02.30, kami tidur dengan sleeping bag masing2, istirahat untuk ekspedisi besok paginya.
Pukul 06.00, kami bangun tidur, terus langsung bersih2, sarapan dan masak air buat nyusu dan ngeteh,
Pukul 08.00, Pendaftaran sudah dibuka, kami daftar untuk 2 orang dengan menulis biodata seperti Nama, alamat, Agama, tanggal naik, tanggal turun, Tanda Tangan, dan kesan2. Biaya pendaftaran Rp. 5.000 perorang sudah termasuk peta Tematik Pendakian Gunung Sumbing Garung Route (Jalur Lama dan Jalur Baru), tak lupa pula kami membeli sticker 2 @ Rp. 3.000,- dan Emblem 2 @ Rp. 7.000,- jadi Total Rp. 20.000,- tak lupa sebelum berangkat kamipun bernarsis ria, :hammer
basecamp baru

Berdua Narsis

Sebelum berangkat kami pun tak lupa pula mengisi air untuk persediaan selama pendakian karean menurut informasi yang kami dapat, bahwa di atas tidak ada air, sungai yang tadinya mengalir pun jadi mengering karena cuaca di daerah sini sedang kemarau dan gersang, kami pun mengisi air 10 Liter, 5 liter di carrier ane, dan 5 liter di carrier kakak ane, juga kami mengisi 1 liter air untuk diminum selama pendakian (ukuran botol aqua 1 liter).
Pukul 08.15, START ekspedisi pendakian Sumbing 3.371 mdpl, tak lupa kami berdo’a sebelum ekspedisi biar diberikan keselamatan dan kesehatan selama pendakian.
Sesuai dengan informasi yang kami dapat, bahwa pendaki banyak yang melewati Jalur Baru karena lebih sedikit landai daripada jalur Lama,
Dimulai dari Basecamp, KM 1 dari Masjid Al- Mansyur kea rah kanan lurus yaitu jalur baru, kalau kea rah kiri jalur lama, setelah itu belok kiri. Memasuki hutan bambu kami melewati jembatan I, aura misitis disini terasa banget gan, 15 m kemudian ada persimpangan jalan yaitu jembatan II, kami ambil arah kiri karena yang kearah kanan melewati jembatan II jalan kearah lading petani. Setalah belok kiri kami terus berjalan melangkahi pipa dan jangan mengikuti arah pipa air tersebut.
Berikut beberapa jepretannya.
pic KM 1

Lagi Nih

Pukul 10.00, Selanjutnya kami sampai di Pos Bayangan 1, pada pos ini jalanan cukup menanjak dengan pemandangan Ladang Tembakau dan hutan pinus,
pos bayangan 1

TS narsis dikit :hammer

Pukul 10.10, tibalah kami di aliran sungai yang kering, karena saking gersangnya cuaca disini tak setetes pun air mengalir, yang ada genangan air yang berlumut
sungai kering

Genangan Air Berlumut

Perjalanan dari sungai yang kering cukup menanjak dan tibalah kami di Pos 1
Pukul 10.40, kami tiba di Pos 1 Kedung, di Pos ini bisa mendirikan tenda max. 2 buah tenda. Di pos 1 kami istirahat sejenak sambil minum air dan makan kacang lebaran dan ambil foto2.
pos 1

Penempelan Sticker

Pukul 11.00, kami melanjutkan perjalanan ke Pos 2, jalan menuju pos ini adalah batas ladang pertanian dengan hutan, di sepanjang jalan ini banyak sekali pohon pinus. Kondisi jalannya tanah merah berpasir dan berdebu tebal, bagi para pendaki disiapkan saja masker atau alat penutup hidung dan mulut lainnya seperti saputangan atau handuk kecil, debu disini sangat tebal, disarankan bagi para pendaki untuk memakai kacamata agar tidak merusak pandangan mata. Jalan menuju pos 2 memang sedikit landai dibanding jalan menuju pos 1.
Pukul 13.00, kami tiba juga di Pos 2 Gatakan, di pos ini kami bertemu dengan rombongan dari Grogol yang ngecamp dari kemarin, mereka membuka tenda 3 buah, karena memang di pos 2 ini bisa buka tenda sampai maksimal 6-7 tenda dataran cukup luas. Di pos ini kami istirahat sejenak, sambil makan buah apel yang kami bawa untuk mengirit persediaan air, disini kami tidak ambil foto yang banyak karena cukup rame, :malu
Pos 2

Pukul 13.30, kami melanjutkan perjalanan menuju pestan (peken setan/pos setan/ pasar setan/ Pos 3), kondisi jalannya sangat curam, berdebu tebal, tanah merah berasir yang cukup licin. Tidak jauh dari Pos 2 terdapat in memorium anak Surabaya yang meninggal karena hipotermia. Berikut kondisi dan view di perjalanan menuju pestan.
jalan menuju pestan

View puncak sumbing dari pertengah pos 2 ke pestan

In Memoriam

Setelah itu kami menemukan tempat dataran cukup untuk mendirikan tenda maksimal 3 buah tenda, kami pun istirahat sejenak sebelum melanjutkan kembali perjalanan, dan berfoto ria,
istirahat

Narsis TS

Narsis kakak ane

View kearah puncak

Setelah itu kami melanjutkan perjalanan menuju pestan, jalan masih berdebu tebal dan licin.
Pukul 16.15, Alhamdulillah, kami tiba di Pestan/ Pasar Setan/ Pos 3. Karena sudah sore, kami pun mengurungkan niat untuk ngecamp di watu kotak, dan akhirnya kami buka tenda (camp) di Pestan.
Sekedar informasi bahwa Pos Pestan ini adalah kawasan bertemunya Jalur Lama dengan Jalur Baru. Pestn merupakan kawasan yang hamper keseluruhannya rerumputan dan hanya ada beberapa pepohonan kecil. Kondisi jalnnya tanah merah berpasir. Di pestan badainya dan anginnya cukup besar dan berbahaya. Pas kami sampai disini ada beberapa pendaki yang sudah dan sedang mendirikan tenda. Karena di pos ini banyak sekali dataran untuk mendirikan tenda, tergantung dari kitanya untuk memilih tempat yang aman dari badai. Konon misterinya tempat ini adalah pasar para setan, kalau malam tiba tempat ini sering terdengar suara ramai2 seperti transaksi jual beli, asal kita sopan dan tidak mengganggu maka Insya Allah kita terhindar dari gangguan penghuni pestan. Setelah kami tiba di Pestan, kami terpesona dengan pemandangan di sekitar pestan, dari Pestan Nampak gunung sindoro menjunjung tinggi dengan gagahnya, dan dibelakangnya Nampak dataran tinggi Dieng , sebelah kananannya Nampak Gunung Ungaran dan Gunung Lawu. Puji Syukur kami ucapkan kepada Allah S.W.T atas Ciptaan-Nya yang sungguh indah, kami diberi kesempatan untuk melihat sunset dari pestan yang mulai tenggelam ke arah belakang Gunung Lawu. Kami sempat ambil pemandangan dari Pestan, berikut pemandangan yang sempat kami ambil
view dari Pestan
Kakak ane narsis


TS Narsis


< img src=”http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/319515_2169267629637_1185091411_32275285_26059122_n.jpg>
Duet Maut
< img src=”http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/315300_2169265789591_1185091411_32275280_1463829315_n.jpg”>
View dari Pestan ke Puncak

Menjelang Sunset





Sunset dari tenda kami ke arah Gunung Lawu


Menyambut Sunset


Pukul 17.30, setelah kami puas berfoto ria, kami pun siap untuk mendirikan tenda.
Pukul 18.00, kami pun siap2 untuk makan malam dan istirahat, juga sholat maghrib berjama’ah di alam terbuka. Alhamdulillah yah, sesuatu, ups salah maksudnya Alhamdulillah bisa merasakan sholat berjama’ah di alam terbuka walaupun dengan tayamum.
Pukul 18.30, siap2 untuk berpakaian perang melawan dingin kabut, dan persiapan makan malam
Pukul 20.00, makan malam, masak ager2 buat besok summit attack,
Pukul 21.00, Sholat Isya berjama’ah, setalah itu beres2 untuk tidur.
Pukul 22.00, Tidur malam, dingin brrrrrrr untung pake sleeping bag, angetttt
Minggu Tanggal 4 September 2011
Pukul 05.30, ane pun terbangun lebih dulu dari kakak saya, terdengar suara2 pendaki lain yang asik bercanda dan berfoto ria sambil mengagumkan keindahan gunung sindoro-sumbing, saya pun keluar dari Tenda dan langsung menyaksikan sendiri, betapa indahnya pemandangan dari pestan ke arah Gunung Sindoro, namun sayang kami tidak dapat sunrise, yasudahlah yang penting dapat moment sunset. Berikut view yang ane tangkep di waktu pagi Pos Pestan
Pos Pestan di waktu pagi

Bayangan si kerucut Sindoro


Kakak ane narsis

TS ikut narsis

Pukul 06.30, kami menyiapkan untuk sarapan pagi, dan packing untuk summit attack ke puncak Sumbing 3.371 mdpl. Carrier kami tinggalkan di tenda yang sudah kami gembok luar dalam, kami hanya membawa tas Daypack yang isinya, ager2 yang kami sudah masak tadi malam, 2 buah Pir, Air 1 Liter dan 1 botol aqua sedang, permen karet, bendera, camdig pastinya, handuk kecil untuk menghindari debu.
Pukul 07.30, kami bersiap2 untuk summit attack tak lupa pula diawali dengan berdo’a terlebih dahulu agar diberikan keselamatan dan kesehatan selama di perjalanan menuju puncak dan kembali lagi ke rumah. Setelah itu kami berangkat meninggalkan tenda dan menuju puncak, pos yang akan kami lalui yaitu Pos Pasar Watu. Jalan menuju Pos Pasar Watu sangat curam dan terjal untungnya tas carrier ditinggal di tenda, kalau dibawa, alamak beratnya terasa kali, kondisi jalannya tanah merah berpasir dan berdebu tebal, berbatu. Di perjalanan ada yang menarik perhatian kita yaitu asap tipis dari jalan, pas kami lihat ternyata bekas tabunan para pendaki yang track malam, apinya masih menyala, sontak kami langsung samperin tuh api dan coba untuk mematikannya, yang kami khawatirkan adalah kejadian seperti di Semeru, kebakaran di ranu kumbolo dan oro2 ombo akibat ulah pendaki, sangat disayangkan masih banyak pendaki yang tidak perduli sama alam, bahkan sepanjang perjalanan kami temukan sampah2 dan vandalisme yang merusak keindahan alam.
Setelah kami mematikan api tersebut kami melanjutkan perjalanan ke Pasar Watu, jalanan masih menanjak dan berdebu tebal.
Pukul 08.30, Alhamdulillah kami tiba juga di Pos Pasar Watu, Pas kami sampai disini kami terpesona dengan view yang ditawarkan dari Pos Pasar Watu, di Pos ini dipenuhi dengan batu-batu berdiri menjulang tinggi, di ketinggian ini Nampak jelas Gunung Sindoro dan kepulan awan tebal,
Di Pos ini tak lupa pula sambil istirahat sejenak, kami pun mengambil moment untuk berfoto dan video sbg dokumentasi kami, satu kata dari kami untuk pemandangan dari Pasar Watu “AJIBBBB”
Berikut cuplikan foto narsisnya, hehe
Pos Pasar Watu






Pukul 09.00, Setalah puas berfoto dan bervideo ria, kami melanjutkan perjalanan menuju Pos Watu Kotak, untuk menuju Ke Puncak pendaki harus mengambil jalan ke kiri menurun karena yang lurus dan menanjak adalah JALAN BUNTU, kemudia pendaki berjalan dibawah dinding batu yang memanjang sampai di wilayah Watu Kotak, kondisi jalannya tanah merah berbatu dan berdebu tebal. Namun kami tidak membaca peta tematik dan tidak melihat arah, akhirnya kami mengambil arah yang lurus yaitu menuju Jalan Buntu,
Jalan Buntu


Tibalah kami di Depan Tebing jurang yang tidak ada akses jalannya, kiri kanan depan jurang, jreng….
Kami pun stuck, berhenti sejenak dan foto2 karena view tebingnya cukup bagus,
Kami berdo’a mohon petunjuk, selagi berdo’a seperti ada yang mengajak kami untuk terus maju menyusuri jurang tersebut, namun untunglah mendapat Petunjuk dari Allah S.W.T melalui team pendaki asal Cilacap, yang ada di belakang kami, kami pun menghampirinya dan bertanya jalur yang benar, ternyata mereka pun baru kali pertama ke Sumbing, waduh….berhenti sejenak coba membaca peta dan mencari jalan keluar, Alhamdulillah akhirnya kami pun menemukan jalan yang seharusnya dilewati. Setelah itu kami pun melanjutkan perjalanan menuju Pos Watu Kotak.
Kondisi jalannya berbatu dan berdebu tebal.
Pukul 10.00, kami tiba di Pos Watu Kotak, istirahat sejenak dan berfoto ria, heheh
Di pos ini bisa mendirikan tenda maksimal sampai 2 buah tenda.
Pos Watu Kotak


Setelah beristirahat di Pos Watu Kotak, kami dan team pendaki Cilacap melanjutkan Pos Tanah Putih. Jalan menuju kesana penuh dengan batuan kecil dan cukup licin, tracknya juga cukup curam dan berbahaya, debunya pun cukup tebal. Untuk menuju kesana, harus memerlukan ekstra tenaga dan dengkul racing, di tengah perjalanan kakak ane hampir tidak kuat, dan kami pun istirahat sejenak untuk minum, dan memberikan semangat untuk menggapai puncak sejati Gn. Sumbing.
Pukul 11.00, Alhamdulillah kami pun tiba di Pos Tanah Putih. Pos ini sudah hampir dikit lagi sampai puncak, alasan dinamai Pos Tanah Putih karena di Pos ini tanah dan batu yang ada berwarna putih semua, dari Pestan pun sudah kelihatan Pos ini memang beda sendiri dari Pos yang lainnya.
Berikut cuplikan Pos Tanah Putih, kami hanya mengambil foto sedikit di Pos ini karena sudah terlalu lelah pula.
Pos Tanah Putih

Setelah istirahat sejenak kami pun melanjutkan perjalanan menuju Puncak Kawah Gn. Sumbing.
Kondisi jalan menuju kesana jalan berbatu besar dan berdebu tebal, cukup curam. Untuk menuju puncak buntu pendaki jalan lurus terus dan mengambil ke arah kiri, sedangkan ke kanan adalah Puncak Kawah, kami pun tidak ke Puncak Buntu namun hanya ke Puncak kawah saja.
Pukul 11.30, Puji Syukur kehadirat Allah S.W.T kami pun tiba di Puncak Kawah, Alhamdulillah kata yang pertama kali kami ucapkan dan Subhanallah melihat view pemandangan dari Puncak Kawah,
Terbentang Kawah Gunung Sumbing, dan terlihat jelas dari Puncak Kawah, Gunung2 di Jawa Tengah,
Seperti Gunung Sindoro pastinya, Lawu, Ungaran, Dataran tinggi Dieng, Telomulyo, Merbabu, dan Merapi, banyak pendaki yang turun ke kawah untuk membuat tulisan2 di kawahnya. Setelah sampai puncak kami pun berfoto ria, istirahat, canda gurau dengan team pendaki lainnya. Berikut cuplikan foto kami di Puncak Kawah Gunung Sumbing 3.371 mdpl
PUNCAK SUMBING

Kawah Sumbing

TS Narsis



Kakak ane narsis



AMPALA

Sticker

Setelah puas berfoto ria dan beristirahat, kami pun bersiap2 untuk turun karena ingin mengejar waktu jadwal kereta ke Jakarta. Kami pun berpamitan dengan Team dari Cilacap, karena mereka masih beristirahat di puncak.
Pukul 12.18, kami turun dari Puncak menuju tempat kami mendirikan tenda yaitu Pos Pestan.
Pukul 13.00, kami nge-track turun dan tiba di Pos Watu Kotak, di pos ini batre camdig kami habis dan memory juga full, sehingga sudah tidak ada dokumentasi lagi, sedih rasanya. Kami pun istirahat sebentar lanjut turun lagi.
Pukul 13.45, kami tiba juga di Tempat camp kami yaitu Pos Pestan. Istirahat full, buat makan siang, prepare packing buat turun menuju basecamp Sumbing dan Pulang Ke Bojonggede, Bogor.
Pukul 14.10, Packing barang2
Pukul 15.30, Start untuk turun, tak lupa pula kami memanjatkan do’a sebelum turun.
Pukul 16.30, kami pun sampai di Pos 2, makan2 sama pendaki lain yang nawarin kami, lumayan buat ganjel perut, hehehe setelah itu lanjut turun.
Pukul 17.30, kami pun sampai di Pos 1, istirahat sebentar untuk minum dan menyiapkan headlamp karena bakal track malem di Ladang Tembakau penduduk menuju basecamp.
Pukul 19.00, Puji syukur kehadirat Allah S.W.T kami pun tiba di BaseCamp Sumbing dengan Selamat dan sehat. Istirahat sambil masak air dan mie untuk makan malam. Di basecamp kami pun bertemu dengan pendaki lainnya baik yang sudah turun gunung maupun yang baru mau naik gunung.
Pukul 22.15, kami pun berpamitan kepada penjaga basecamp dan pendaki lainnya untuk turun ke jalan raya menunggu bus ke arah semarang, karena bus ke arah terminal wonosobo katanya sudah habis.
Pukul 22.35, kami tiba di Jalan Raya, dan menunggu bus ke arah Semarang, bus yang kami tunggu lama sekali datangnya.
Pukul 23.30, Bus yang kami tunggu tiba dan kami naik bus Tersebut. Pas naik dipintain ongkos kok beda dengan pas jalan, ongkos dikenakan per orang Rp. 30.000,- sementara untuk rute yang sama Semarang – Wonosobo pas kami pergi Cuma Rp. 25.000,-[/spoiler]
Senin Tanggal 5 September 2011
Pukul 02.00, kami pun tiba di Terminal Terboyo Semarang, lanjut naik angkot ke arah Stasiun Semarang Poncol, ongkos Rp. 5.000 per orang.
Pukul 02.30, kami tiba di Stasiun Semarang Poncol, kami pun langsung mencari informasi mengenai kereta ke arah Jakarta, ternyata semua tiket kereta ke Jakarta sudah terjual habis, baru ada tanggal 12 September 2011, kami pun mencari informasi lagi, dapatlah rute yang cukup ribet, kami pun disarankan ke Stasiun Tegal dulu nanti dari sana baru nyambung Cirebon Express. Okelah sudah dapat rute, kami pun istirahat untuk melanjutkan perjalanan besok pagi.
Pukul 04.30, kami pun tidur pulas
Pukul 05.30, kami bangun tidur nyari makan buat sarapan dan mencari informasi lagi, ternyata tiket ke Tegal baru dibuka jam 07.30.
Pukul 08.00, kami pun beli Tiket kereta Bisnis Kaligung ke arah Stasiun Tegal.
Pukul 08.30, kami naik kereta Kaligung, syukur dapat tempat duduk walaupun penuh sesak.
Pukul 09.00, kereta pun berangkat walaupun sedikit ngaret, dan kamipun tertidur pulas di kereta karena saking lelahnya mencari transportasi ke arah Jakarta.
Pukul 11.30, kereta kami tiba di Stasiun Tegal, kami pun langsung mencari informasi tentang Kereta Cirebon Express yang biasanya ada jam 16.00, setelah ane Tanya ke Penjaga Loket, katanaya untuk Cirebon Express sudah terjual habis, kereta lainnya yang menuju ke arah Jakarta pun tidak ada, baru ada tanggal 15 September 2011 hal tersebut karena diberlakukannya pembatasan jumlah penumpang Kereta Api oleh PT. KAI, waduh…….mikir lagi kami gan….gimana caranya pulang, kami pun berfikir dan beristirahat sejenak sambil ngecas Hp yang sudah sekarat, kami pun sambil mencari informasi akses transportasi menuju Jakarta, dan ternyata ada yaitu ke Terminal Tegal naik Bus ke arah Jakarta katanya banyak disana.
Pukul 12.30, kami pun keluar dari Stasiun Tegal dan naik becak kea rah Terminal Tegal dengan ongkos Rp. 15.000,-
Pukul 13.00, kami pun sampai di Terminal Tegal, dan langsung mencari informasi Bus ke arah Jakarta, syukur Alhamdulillah bus nya ada dan mau berangkat, tapi ke arah Grogol, ga apa2 lah, yang penting sampe Jakarta biar hari Selasa saya sudah bisa masuk kerja lagi. Akhirnya kami beli tiket dari seorang Calo dengan harga awal Rp. 80.000,- orang kami tawar dan dapat harga Rp. 70.000,- per orang.
Pukul 13.20, Bus yang kami naiki adalah Menara Jaya, berangkat dari Terminal Tegal untunglah kami dapat duduk dan carrier kami di taruh di Bagasi. Perjalanan lancar sampai di Indramayu stuck macet lama sekali hampi 3 jam-an. Kami pun tertidur pulas
Pukul 23.30, setelah hampir kurang lebih 11 jam di Bus, kami pun minta turun di Pintu keluar Tol Cawang, kami pun turun dan berjalan kea rah tugu pancoran untuk naek angkutan ke arah Pasar Minggu.
Pukul 23.40, kami pun naik mobil elf yang kearah Pasar Minggu dengan tarif Rp. 2.500,- per orang.
Pukul 00.00, kami pun tiba di Pasar Minggu dan langsung mencari angkot 05 jurusan Bojonggede – Depok yang biasa disebut Mobil kalong, karena hanya ada jam 12 malam keatas, rutenya pun menjadi Pasar Minggu – Bojonggede. [/spoiler]
Selasa Tanggal 6 September 2011
Pukul 00.20, Angkot tersebut jalan dan menuju Stasiun Bojonggede, kami pun tertidur pulas di angkot, ongkos angkot Rp. 7.000,- per orang
Pukul 01.15, angkot pun sampai di Stasiun Bojonggede, rumah kami pun Cuma 500 meter dari Stasiun, kami pun inisiatif meminta bantuan teman kami namanya Gobel, yang sedang bergadang untuk menjemput kami di Stasiun Bojonggede, kami pun dijemput sama dia satu persatu.
Pukul 01.30, dengan mengucap Alhamdulillah kami pun tiba di Rumah dengan selamat dan sehat sesuai do’a orang tua dan do’a kami juga. Seneng rasanya sudah sampai rumah kangen masakan nyokap, home sweet home…..[/spoiler]
Sekian cerita panjang dari TS, mohon maaf kalau cerita ini terlalu panjang,
Bagi yang mau beramal :cendolbig silahkan masukkan ke kulkas ane, guna menghargai jerih payah menulis thread ini.
Bagi yang tidak suka dengan thread ane mohon jangan di :batabig
Kami mau mengucapkan thanks to :
- Allah S.W.T
- Orang Tua Kami, Ibu khususnya
- Keluarga kami yang selalu support
- Teman2 AMPALA yang selalau support kami
- The Largest Indonesian Community tentunya www.kaskus.us
- Forum OANC
Rincian Biaya Pergi :
- Dari Rumah naik angkot ke St. Bojonggede Rp. 1.500,- per orang
- Naik Kereta dari Bojonggede – Jakarta ekonomi Rp. 2.000,- per orang
- Naik Ojek dari Stasiun Juanda – Stasiun Senen Rp. 10.000,- per orang
- Kereta dari St. Senen – St. Semarang Poncol (KA Tawang Jaya Ekonomi) Rp. 33.500,- per orang
- Naik angkot dari St. Semarang Poncol – Terminal Terboyo Rp. 5.000,- per orang
- Naik bus dari Terminal Terboyo tujuan Purwokerto (turun di Ds. Garung) Rp. 25.000,- per orang
- Pendaftaran Rp. 5.000,- per orang
Rincian Biaya Pulang :
- Naik Bus Jurusan Purwokerto – Semarang (Terminal Terboyo) Rp. 30.000,- per orang
- Naik angkot dari Terminal Terboyo – St. Semarang Poncol Rp. 5.000,- per orang
- Naik Kereta Bisnis Kaligung – Tegal Rp. 25.000 per orang
- Naik Becak dari St. Tegal – Terminal Tegal Rp. 17.000
- Naik Bus dari Tegal – Jakarta (turun di Cawang) Rp. 70.000 per orang
- Naik Angkot/ elf dari Pancoran ke Pasar Minggu Rp. 2.500 orang
- Naik Angkot 05 (angkot kalong) Bojonggede – Depok turun di Bojonggede Rp. 7.000,-
Total PP untuk 1 orang = Rp. 230.500,- (harga ini pasca lebaran, mungkin bisa berubah di lain hari selain pasca lebaran)
Larangan yang ada di Gunung Sumbing
1. Dilarang Bohong dan Sombong (berlaku di Dusun Garung)
2. Dilarang Mengeluh (berlaku di Kawasan Pestan)
3. Dilarang Buang Air Besar/ Kecil di sembarang tempat (berlaku di Kawasan Watu Kotak – Puncak)
4. Dilarang Membawa Narkoba/ Miras (di kawasan Gunung Sumbing)
5. Dilarang Berpacaran/ Berzina (di Kawasan Gunung Sumbing)
Bagi yang mau liat TOPER lengkapnya bisa mengunjungi FB ane
http://www.facebook.com/media/set/?set=a.2167052334256.2116283.1185091411
Misi agan2, sista, mimin, momod dan para sesepuh OANC’eh lainnya.
Kali ini ane mau sharing CATOPER kami ke Gn. Sumbing 3.371 mdpl via Dusun Garung, Desa Butuh
Kalikajar, Wonosobo.
Libur Lebaran telah tiba,
Dimana setiap tahunnya kami komunitas AMPALA (anak muda prapatan penikmat alam) Bojonggede Bogor, melakukan rutinitas tiap libur lebaran untuk mengunjungi salah satu Ciptaan Allah S.W.T yang luar biasa indahnya yaitu Gunung2 yang ada di Indonesia khususnya Pulau Jawa.
Berhubung Lebaran di kampong ane mengikuti ketetapan pemerintah yaitu tanggal 31 September 2011, yasudahlah planning kami yang mulanya tanggal 1 Sept 2011 sudah jalan akhirnya diundur jadi tanggal 2 sept 2011.
Iseng2 ane buka index dan forum OANC di kaskus, ane liat informasi bahwa Gn. Slamet tutup semua jalur pendakian, untuk memastikan keabsahannya, ane telp langsung basecamp Gn. Slamet dan ternyata benar ditutup dengan alasan hutannya habis kebakaran dan ada pendaki yang hilang dan tersesat walaupun ane sudah tahu dari kaskus bahwa yang hilang itu :hoax dan inilah kali kedua kami gagal menyinggahi Gunung Slamet setalah tahun kemarin akhirnya dari Gunung Slamet dan jadinya ke Semeru.
Dan akhirnya ane buka2 lagi index catoper anak OANC, terbersitlah dalam hati ane mau ngesot ke Gunung Sumbing via Ds. Garung Wonosobo, ane liat view2 nya ajib bener, udah gitu ga jauh dari planning yang pertama yaitu Gn. Slamet.
Setelah Lebaran tepatnya tanggal 1 sept 2011, ane data lagi kawan2 yang mau ikut ngesot mengunjungi Gn. Sumbing, dan ternyata dari sekian banyak kawan2 tidak bisa ikut dengan alasan budget tidak memadai, ada yang mau married, pulang kampong, masuk kerja, masuk sekolah, inilah itulah, hadeuh……rarariweuh….
Yasudahlah, akhirnya yang bergerak dari organisasi ini hanya ane (TS) dan kakak ane, kami jalan berdua ke Gn. Sumbing.
Sebetulnya kami juga harus mudik, namun minta izin tidak ikut karena mau naik gunung, sedikit susah meyakinkan orangtua untuk anaknya naik ke Gunung, dan akhirnya kamipun di ridhoi dan dido’akan biar selamat sampai puncak dan kembali lagi ke rumah dengan selamat. Amin.. .
Singkat cerita,
Jum’at Tanggal 1 September 2011
Sementara kakak ane menyiapkan perlengkapan untuk mendaki dan logistik, ane pergi ke Stasiun Senen untuk memesan tiket ke Purwokerto. Setelah sampe sana, ternyata semua tiket ekonomi ke Purwokerto sudah habis, dan ane putar otak, mengingat2 lagi kayanya pernah baca thread CATOPER ke Sumbing dari Jakarta naik kereta Tawang Jaya jurusan Senen – Semarang Poncol. Dan ane liat loket Tawang Jaya sepi, yasudah ane beli langsung tiketnya untuk keberangkatan tanggal 2 Sept 2011, di tiket jadwal keberangkatan pukul 10.15, tiket seharga Rp. 33.500,-[/spoiler]
Tanggal 2 September 2011
Pukul 07.00, kamipun bangun tidur siap2 untuk berangkat, mandi, sarapan, dan tak lupa pula mengecek kembali perlengkapan dan logistik yang harus dibawa, ternyata tinggal roti tawar yang belum dibeli, karena di supermarket di lingkungan rumah ane belum ada stock lagi, katanya habis lebaran belum isi lagi, yasudahlah kita beli di semarang saja.
Pukul 08.30, kami telelpon orangtua yang sudah ada di kampung Subang, untuk minta do’a biar selamat.
Pukul 08.45, kami pun siap untuk berangkat, tak lupa pula kami berfoto ria sebelum berangkat dan berdo’a sejenak, setelah itu naik angkot dari Rumah ke Stasiun Bojonggede ongkos Rp. 1.500,- /orang
basecamp AMPALA

Pukul 09.00, kami pun sampai di Stasiun Bojonggede, menunggu kereta ekonomi ke arah Jakarta,
Pukul 09.05, naik kereta ekonomi ke Stasiun Sawah Besar ongkos Rp. 2.000,- per orang
Pukul 10.10, kereta sampai di Stasiun Juanda, berhubung ada gangguan sinyal, jadi kami turun di Stasiun Juanda, naek ojek sampe Stasiun Senen ongkos ojek Rp. 10.000,- per orang.
Pukul 10.20, kami sampai di Stasiun Senen, kami berlari sampai ke dalam stasiun dan untungnya kereta belum jalan.
Pukul 10.25, kami naik kereta Tawang Jaya, kami heran melihat bangku yang masih kosong banyak banget, kamipun milih tempat duduk yang nyaman dan dekat kipas angin dan toilet biar gampang kalo pup….hehehe.
Kondisi kereta

Ternyata dibalik kesenangan itu ada yang membuat kami kesal, kereta ngaret sampai 1 jam 10 menit, di tiket tertera keberangkatan 10.15.
Pukul 11.25, kereta kamipun berangkat dari Stasiun Senen menuju Stasiun Semarang Poncol,
Berhubung jam makan siang, perut kami pun sudah mulai teriak, akhirnya kami membeli nasi goreng+telor ceplok masih anget yang dijual oleh petugas PT. KAI, seharga Rp. 10.000,- per porsi. Lumayan buat ganjel perut selama di perjalanan.
Pukul 14.30, berhubung banyak Stasiun yang tidak berhenti dan akhirnya kereta sampai di Stasiun Cirebon, kami pun melihat dari jauh, Nampak si kerucut Ciremai yang Nampak dengan Gagah,
Jadi teringat pendakian Ciremai tahun 2006 lalu, hehehe
Pukul 18.30, setalah 7 jam di kereta, akhirnya kami pun sampai di Stasiun Semarang Poncol, sampai lebih cepat dari yang diduga. Kami pun istirahat sejenak, ke toilet, dan ngecas hape.
Pukul 19.30, kami keluar dari Stasiun Poncol, untuk mencari ATM dan Alfamart untuk membeli roti yang belum dibeli, dan ternyata kedua tempat tersebut jauh dari Stasiun, ada juga Alfamart yang masih baru, roti yang kami caripun tidak ada.
Pukul 20.00, kami pun naik mobil ke arah Terminal Terboyo, dengan ongkos Rp. 5.000,- per orang,
Pukul 20.30, kami sampai di Terminal Terboyo, istirahat, makan malam dulu dan kami liat ada pedagang yang buka Tenda Soto Lamongan, kami pun pesan soto lamongan 2 porsi, ternyata habis mungkin karena sudah malam, adanya nasi rames dan kamipun terpaksa memesannya karena sudah lapar. Iseng2 kami nanya ongkos bus kearah wonosobo, kata si Tukang Nasi, kalian tepat kalau nanya sama pedagang, kalau nanya sama orang di luar terminal bisa sesat dan ongkosnya bisa membengkak katanya, dia kasih info ke kami ongkos ke wonosobo paling mahal Rp. 25.000, setelah kami selesai makan, kami bayar 2 porsi nasi pecel (nasi + telor bullet + kangkung + teh anget) sebesar Rp. 25.000,- (mungkin mahal karena sudah plus biaya informasi kali yak… :hammer)
Terminal Terboyo

Pukul, 21.00, bus ke arah Wonosobo yaitu Bus Maju Makmur sudah datang, kami pun naik bus tersebut dan bilang ke kondektur turun di Ds. Garung pendakian Gunung Sumbing, untung kami dapat duduk, sehingga bisa istirahat dan tidur…. :hammer [/spoiler]
Sabtu Tanggal 3 September 2011
Pukul 01.00, kami pun sampai di Ds. Garung, tak lupa kami berfoto ria di Ds Garung, Desa menuju basecamp Gn. Sumbing.
Desa Garung

pertigaan menuju basecamp

Pukul 01.10, kami pun sampai di Basecamp Sumbing yang lama, ternyata menurut informasi dari penduduk setempat untuk sementara basecamp dipindahkan ke tempat lain yang sudah disediakan tidak jauh dari basecamp yang lama.
basecamp lama

Pukul 01.30, akhirnya kami sampai di Basecamp yang baru (sementara), disana kami lihat banyak pendaki yang sudah terlelap tidur dan ada juga yang masih bergadang sambil ngopi2. Setelah itu kami ngobrol2 sama anak bekasi yang baru turun, setelah itu kami buka carrier untuk buat kopi dan makan malam.
Pukul 02.30, kami tidur dengan sleeping bag masing2, istirahat untuk ekspedisi besok paginya.
Pukul 06.00, kami bangun tidur, terus langsung bersih2, sarapan dan masak air buat nyusu dan ngeteh,
Pukul 08.00, Pendaftaran sudah dibuka, kami daftar untuk 2 orang dengan menulis biodata seperti Nama, alamat, Agama, tanggal naik, tanggal turun, Tanda Tangan, dan kesan2. Biaya pendaftaran Rp. 5.000 perorang sudah termasuk peta Tematik Pendakian Gunung Sumbing Garung Route (Jalur Lama dan Jalur Baru), tak lupa pula kami membeli sticker 2 @ Rp. 3.000,- dan Emblem 2 @ Rp. 7.000,- jadi Total Rp. 20.000,- tak lupa sebelum berangkat kamipun bernarsis ria, :hammer
basecamp baru

Berdua Narsis

Sebelum berangkat kami pun tak lupa pula mengisi air untuk persediaan selama pendakian karean menurut informasi yang kami dapat, bahwa di atas tidak ada air, sungai yang tadinya mengalir pun jadi mengering karena cuaca di daerah sini sedang kemarau dan gersang, kami pun mengisi air 10 Liter, 5 liter di carrier ane, dan 5 liter di carrier kakak ane, juga kami mengisi 1 liter air untuk diminum selama pendakian (ukuran botol aqua 1 liter).
Pukul 08.15, START ekspedisi pendakian Sumbing 3.371 mdpl, tak lupa kami berdo’a sebelum ekspedisi biar diberikan keselamatan dan kesehatan selama pendakian.
Sesuai dengan informasi yang kami dapat, bahwa pendaki banyak yang melewati Jalur Baru karena lebih sedikit landai daripada jalur Lama,
Dimulai dari Basecamp, KM 1 dari Masjid Al- Mansyur kea rah kanan lurus yaitu jalur baru, kalau kea rah kiri jalur lama, setelah itu belok kiri. Memasuki hutan bambu kami melewati jembatan I, aura misitis disini terasa banget gan, 15 m kemudian ada persimpangan jalan yaitu jembatan II, kami ambil arah kiri karena yang kearah kanan melewati jembatan II jalan kearah lading petani. Setalah belok kiri kami terus berjalan melangkahi pipa dan jangan mengikuti arah pipa air tersebut.
Berikut beberapa jepretannya.
pic KM 1

Lagi Nih

Pukul 10.00, Selanjutnya kami sampai di Pos Bayangan 1, pada pos ini jalanan cukup menanjak dengan pemandangan Ladang Tembakau dan hutan pinus,
pos bayangan 1

TS narsis dikit :hammer

Pukul 10.10, tibalah kami di aliran sungai yang kering, karena saking gersangnya cuaca disini tak setetes pun air mengalir, yang ada genangan air yang berlumut
sungai kering

Genangan Air Berlumut

Perjalanan dari sungai yang kering cukup menanjak dan tibalah kami di Pos 1
Pukul 10.40, kami tiba di Pos 1 Kedung, di Pos ini bisa mendirikan tenda max. 2 buah tenda. Di pos 1 kami istirahat sejenak sambil minum air dan makan kacang lebaran dan ambil foto2.
pos 1
Penempelan Sticker
Pukul 11.00, kami melanjutkan perjalanan ke Pos 2, jalan menuju pos ini adalah batas ladang pertanian dengan hutan, di sepanjang jalan ini banyak sekali pohon pinus. Kondisi jalannya tanah merah berpasir dan berdebu tebal, bagi para pendaki disiapkan saja masker atau alat penutup hidung dan mulut lainnya seperti saputangan atau handuk kecil, debu disini sangat tebal, disarankan bagi para pendaki untuk memakai kacamata agar tidak merusak pandangan mata. Jalan menuju pos 2 memang sedikit landai dibanding jalan menuju pos 1.
Pukul 13.00, kami tiba juga di Pos 2 Gatakan, di pos ini kami bertemu dengan rombongan dari Grogol yang ngecamp dari kemarin, mereka membuka tenda 3 buah, karena memang di pos 2 ini bisa buka tenda sampai maksimal 6-7 tenda dataran cukup luas. Di pos ini kami istirahat sejenak, sambil makan buah apel yang kami bawa untuk mengirit persediaan air, disini kami tidak ambil foto yang banyak karena cukup rame, :malu
Pos 2
Pukul 13.30, kami melanjutkan perjalanan menuju pestan (peken setan/pos setan/ pasar setan/ Pos 3), kondisi jalannya sangat curam, berdebu tebal, tanah merah berasir yang cukup licin. Tidak jauh dari Pos 2 terdapat in memorium anak Surabaya yang meninggal karena hipotermia. Berikut kondisi dan view di perjalanan menuju pestan.
jalan menuju pestan
View puncak sumbing dari pertengah pos 2 ke pestan
In Memoriam
Setelah itu kami menemukan tempat dataran cukup untuk mendirikan tenda maksimal 3 buah tenda, kami pun istirahat sejenak sebelum melanjutkan kembali perjalanan, dan berfoto ria,
istirahat
Narsis TS
Narsis kakak ane
View kearah puncak
Setelah itu kami melanjutkan perjalanan menuju pestan, jalan masih berdebu tebal dan licin.
Pukul 16.15, Alhamdulillah, kami tiba di Pestan/ Pasar Setan/ Pos 3. Karena sudah sore, kami pun mengurungkan niat untuk ngecamp di watu kotak, dan akhirnya kami buka tenda (camp) di Pestan.
Sekedar informasi bahwa Pos Pestan ini adalah kawasan bertemunya Jalur Lama dengan Jalur Baru. Pestn merupakan kawasan yang hamper keseluruhannya rerumputan dan hanya ada beberapa pepohonan kecil. Kondisi jalnnya tanah merah berpasir. Di pestan badainya dan anginnya cukup besar dan berbahaya. Pas kami sampai disini ada beberapa pendaki yang sudah dan sedang mendirikan tenda. Karena di pos ini banyak sekali dataran untuk mendirikan tenda, tergantung dari kitanya untuk memilih tempat yang aman dari badai. Konon misterinya tempat ini adalah pasar para setan, kalau malam tiba tempat ini sering terdengar suara ramai2 seperti transaksi jual beli, asal kita sopan dan tidak mengganggu maka Insya Allah kita terhindar dari gangguan penghuni pestan. Setelah kami tiba di Pestan, kami terpesona dengan pemandangan di sekitar pestan, dari Pestan Nampak gunung sindoro menjunjung tinggi dengan gagahnya, dan dibelakangnya Nampak dataran tinggi Dieng , sebelah kananannya Nampak Gunung Ungaran dan Gunung Lawu. Puji Syukur kami ucapkan kepada Allah S.W.T atas Ciptaan-Nya yang sungguh indah, kami diberi kesempatan untuk melihat sunset dari pestan yang mulai tenggelam ke arah belakang Gunung Lawu. Kami sempat ambil pemandangan dari Pestan, berikut pemandangan yang sempat kami ambil
view dari Pestan
Kakak ane narsis


TS Narsis

< img src=”http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/319515_2169267629637_1185091411_32275285_26059122_n.jpg>
Duet Maut
< img src=”http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/315300_2169265789591_1185091411_32275280_1463829315_n.jpg”>
View dari Pestan ke Puncak

Menjelang Sunset




Sunset dari tenda kami ke arah Gunung Lawu
Menyambut Sunset
Pukul 17.30, setelah kami puas berfoto ria, kami pun siap untuk mendirikan tenda.
Pukul 18.00, kami pun siap2 untuk makan malam dan istirahat, juga sholat maghrib berjama’ah di alam terbuka. Alhamdulillah yah, sesuatu, ups salah maksudnya Alhamdulillah bisa merasakan sholat berjama’ah di alam terbuka walaupun dengan tayamum.
Pukul 18.30, siap2 untuk berpakaian perang melawan dingin kabut, dan persiapan makan malam
Pukul 20.00, makan malam, masak ager2 buat besok summit attack,
Pukul 21.00, Sholat Isya berjama’ah, setalah itu beres2 untuk tidur.
Pukul 22.00, Tidur malam, dingin brrrrrrr untung pake sleeping bag, angetttt
Minggu Tanggal 4 September 2011
Pukul 05.30, ane pun terbangun lebih dulu dari kakak saya, terdengar suara2 pendaki lain yang asik bercanda dan berfoto ria sambil mengagumkan keindahan gunung sindoro-sumbing, saya pun keluar dari Tenda dan langsung menyaksikan sendiri, betapa indahnya pemandangan dari pestan ke arah Gunung Sindoro, namun sayang kami tidak dapat sunrise, yasudahlah yang penting dapat moment sunset. Berikut view yang ane tangkep di waktu pagi Pos Pestan
Pos Pestan di waktu pagi
Bayangan si kerucut Sindoro
Kakak ane narsis
TS ikut narsis
Pukul 06.30, kami menyiapkan untuk sarapan pagi, dan packing untuk summit attack ke puncak Sumbing 3.371 mdpl. Carrier kami tinggalkan di tenda yang sudah kami gembok luar dalam, kami hanya membawa tas Daypack yang isinya, ager2 yang kami sudah masak tadi malam, 2 buah Pir, Air 1 Liter dan 1 botol aqua sedang, permen karet, bendera, camdig pastinya, handuk kecil untuk menghindari debu.
Pukul 07.30, kami bersiap2 untuk summit attack tak lupa pula diawali dengan berdo’a terlebih dahulu agar diberikan keselamatan dan kesehatan selama di perjalanan menuju puncak dan kembali lagi ke rumah. Setelah itu kami berangkat meninggalkan tenda dan menuju puncak, pos yang akan kami lalui yaitu Pos Pasar Watu. Jalan menuju Pos Pasar Watu sangat curam dan terjal untungnya tas carrier ditinggal di tenda, kalau dibawa, alamak beratnya terasa kali, kondisi jalannya tanah merah berpasir dan berdebu tebal, berbatu. Di perjalanan ada yang menarik perhatian kita yaitu asap tipis dari jalan, pas kami lihat ternyata bekas tabunan para pendaki yang track malam, apinya masih menyala, sontak kami langsung samperin tuh api dan coba untuk mematikannya, yang kami khawatirkan adalah kejadian seperti di Semeru, kebakaran di ranu kumbolo dan oro2 ombo akibat ulah pendaki, sangat disayangkan masih banyak pendaki yang tidak perduli sama alam, bahkan sepanjang perjalanan kami temukan sampah2 dan vandalisme yang merusak keindahan alam.
Setelah kami mematikan api tersebut kami melanjutkan perjalanan ke Pasar Watu, jalanan masih menanjak dan berdebu tebal.
Pukul 08.30, Alhamdulillah kami tiba juga di Pos Pasar Watu, Pas kami sampai disini kami terpesona dengan view yang ditawarkan dari Pos Pasar Watu, di Pos ini dipenuhi dengan batu-batu berdiri menjulang tinggi, di ketinggian ini Nampak jelas Gunung Sindoro dan kepulan awan tebal,
Di Pos ini tak lupa pula sambil istirahat sejenak, kami pun mengambil moment untuk berfoto dan video sbg dokumentasi kami, satu kata dari kami untuk pemandangan dari Pasar Watu “AJIBBBB”
Berikut cuplikan foto narsisnya, hehe
Pos Pasar Watu
Pukul 09.00, Setalah puas berfoto dan bervideo ria, kami melanjutkan perjalanan menuju Pos Watu Kotak, untuk menuju Ke Puncak pendaki harus mengambil jalan ke kiri menurun karena yang lurus dan menanjak adalah JALAN BUNTU, kemudia pendaki berjalan dibawah dinding batu yang memanjang sampai di wilayah Watu Kotak, kondisi jalannya tanah merah berbatu dan berdebu tebal. Namun kami tidak membaca peta tematik dan tidak melihat arah, akhirnya kami mengambil arah yang lurus yaitu menuju Jalan Buntu,
Jalan Buntu
Tibalah kami di Depan Tebing jurang yang tidak ada akses jalannya, kiri kanan depan jurang, jreng….
Kami pun stuck, berhenti sejenak dan foto2 karena view tebingnya cukup bagus,
Kami berdo’a mohon petunjuk, selagi berdo’a seperti ada yang mengajak kami untuk terus maju menyusuri jurang tersebut, namun untunglah mendapat Petunjuk dari Allah S.W.T melalui team pendaki asal Cilacap, yang ada di belakang kami, kami pun menghampirinya dan bertanya jalur yang benar, ternyata mereka pun baru kali pertama ke Sumbing, waduh….berhenti sejenak coba membaca peta dan mencari jalan keluar, Alhamdulillah akhirnya kami pun menemukan jalan yang seharusnya dilewati. Setelah itu kami pun melanjutkan perjalanan menuju Pos Watu Kotak.
Kondisi jalannya berbatu dan berdebu tebal.
Pukul 10.00, kami tiba di Pos Watu Kotak, istirahat sejenak dan berfoto ria, heheh
Di pos ini bisa mendirikan tenda maksimal sampai 2 buah tenda.
Pos Watu Kotak
Setelah beristirahat di Pos Watu Kotak, kami dan team pendaki Cilacap melanjutkan Pos Tanah Putih. Jalan menuju kesana penuh dengan batuan kecil dan cukup licin, tracknya juga cukup curam dan berbahaya, debunya pun cukup tebal. Untuk menuju kesana, harus memerlukan ekstra tenaga dan dengkul racing, di tengah perjalanan kakak ane hampir tidak kuat, dan kami pun istirahat sejenak untuk minum, dan memberikan semangat untuk menggapai puncak sejati Gn. Sumbing.
Pukul 11.00, Alhamdulillah kami pun tiba di Pos Tanah Putih. Pos ini sudah hampir dikit lagi sampai puncak, alasan dinamai Pos Tanah Putih karena di Pos ini tanah dan batu yang ada berwarna putih semua, dari Pestan pun sudah kelihatan Pos ini memang beda sendiri dari Pos yang lainnya.
Berikut cuplikan Pos Tanah Putih, kami hanya mengambil foto sedikit di Pos ini karena sudah terlalu lelah pula.
Pos Tanah Putih
Setelah istirahat sejenak kami pun melanjutkan perjalanan menuju Puncak Kawah Gn. Sumbing.
Kondisi jalan menuju kesana jalan berbatu besar dan berdebu tebal, cukup curam. Untuk menuju puncak buntu pendaki jalan lurus terus dan mengambil ke arah kiri, sedangkan ke kanan adalah Puncak Kawah, kami pun tidak ke Puncak Buntu namun hanya ke Puncak kawah saja.
Pukul 11.30, Puji Syukur kehadirat Allah S.W.T kami pun tiba di Puncak Kawah, Alhamdulillah kata yang pertama kali kami ucapkan dan Subhanallah melihat view pemandangan dari Puncak Kawah,
Terbentang Kawah Gunung Sumbing, dan terlihat jelas dari Puncak Kawah, Gunung2 di Jawa Tengah,
Seperti Gunung Sindoro pastinya, Lawu, Ungaran, Dataran tinggi Dieng, Telomulyo, Merbabu, dan Merapi, banyak pendaki yang turun ke kawah untuk membuat tulisan2 di kawahnya. Setelah sampai puncak kami pun berfoto ria, istirahat, canda gurau dengan team pendaki lainnya. Berikut cuplikan foto kami di Puncak Kawah Gunung Sumbing 3.371 mdpl
PUNCAK SUMBING
Kawah Sumbing
TS Narsis
Kakak ane narsis
AMPALA
Sticker
Setelah puas berfoto ria dan beristirahat, kami pun bersiap2 untuk turun karena ingin mengejar waktu jadwal kereta ke Jakarta. Kami pun berpamitan dengan Team dari Cilacap, karena mereka masih beristirahat di puncak.
Pukul 12.18, kami turun dari Puncak menuju tempat kami mendirikan tenda yaitu Pos Pestan.
Pukul 13.00, kami nge-track turun dan tiba di Pos Watu Kotak, di pos ini batre camdig kami habis dan memory juga full, sehingga sudah tidak ada dokumentasi lagi, sedih rasanya. Kami pun istirahat sebentar lanjut turun lagi.
Pukul 13.45, kami tiba juga di Tempat camp kami yaitu Pos Pestan. Istirahat full, buat makan siang, prepare packing buat turun menuju basecamp Sumbing dan Pulang Ke Bojonggede, Bogor.
Pukul 14.10, Packing barang2
Pukul 15.30, Start untuk turun, tak lupa pula kami memanjatkan do’a sebelum turun.
Pukul 16.30, kami pun sampai di Pos 2, makan2 sama pendaki lain yang nawarin kami, lumayan buat ganjel perut, hehehe setelah itu lanjut turun.
Pukul 17.30, kami pun sampai di Pos 1, istirahat sebentar untuk minum dan menyiapkan headlamp karena bakal track malem di Ladang Tembakau penduduk menuju basecamp.
Pukul 19.00, Puji syukur kehadirat Allah S.W.T kami pun tiba di BaseCamp Sumbing dengan Selamat dan sehat. Istirahat sambil masak air dan mie untuk makan malam. Di basecamp kami pun bertemu dengan pendaki lainnya baik yang sudah turun gunung maupun yang baru mau naik gunung.
Pukul 22.15, kami pun berpamitan kepada penjaga basecamp dan pendaki lainnya untuk turun ke jalan raya menunggu bus ke arah semarang, karena bus ke arah terminal wonosobo katanya sudah habis.
Pukul 22.35, kami tiba di Jalan Raya, dan menunggu bus ke arah Semarang, bus yang kami tunggu lama sekali datangnya.
Pukul 23.30, Bus yang kami tunggu tiba dan kami naik bus Tersebut. Pas naik dipintain ongkos kok beda dengan pas jalan, ongkos dikenakan per orang Rp. 30.000,- sementara untuk rute yang sama Semarang – Wonosobo pas kami pergi Cuma Rp. 25.000,-[/spoiler]
Senin Tanggal 5 September 2011
Pukul 02.00, kami pun tiba di Terminal Terboyo Semarang, lanjut naik angkot ke arah Stasiun Semarang Poncol, ongkos Rp. 5.000 per orang.
Pukul 02.30, kami tiba di Stasiun Semarang Poncol, kami pun langsung mencari informasi mengenai kereta ke arah Jakarta, ternyata semua tiket kereta ke Jakarta sudah terjual habis, baru ada tanggal 12 September 2011, kami pun mencari informasi lagi, dapatlah rute yang cukup ribet, kami pun disarankan ke Stasiun Tegal dulu nanti dari sana baru nyambung Cirebon Express. Okelah sudah dapat rute, kami pun istirahat untuk melanjutkan perjalanan besok pagi.
Pukul 04.30, kami pun tidur pulas
Pukul 05.30, kami bangun tidur nyari makan buat sarapan dan mencari informasi lagi, ternyata tiket ke Tegal baru dibuka jam 07.30.
Pukul 08.00, kami pun beli Tiket kereta Bisnis Kaligung ke arah Stasiun Tegal.
Pukul 08.30, kami naik kereta Kaligung, syukur dapat tempat duduk walaupun penuh sesak.
Pukul 09.00, kereta pun berangkat walaupun sedikit ngaret, dan kamipun tertidur pulas di kereta karena saking lelahnya mencari transportasi ke arah Jakarta.
Pukul 11.30, kereta kami tiba di Stasiun Tegal, kami pun langsung mencari informasi tentang Kereta Cirebon Express yang biasanya ada jam 16.00, setelah ane Tanya ke Penjaga Loket, katanaya untuk Cirebon Express sudah terjual habis, kereta lainnya yang menuju ke arah Jakarta pun tidak ada, baru ada tanggal 15 September 2011 hal tersebut karena diberlakukannya pembatasan jumlah penumpang Kereta Api oleh PT. KAI, waduh…….mikir lagi kami gan….gimana caranya pulang, kami pun berfikir dan beristirahat sejenak sambil ngecas Hp yang sudah sekarat, kami pun sambil mencari informasi akses transportasi menuju Jakarta, dan ternyata ada yaitu ke Terminal Tegal naik Bus ke arah Jakarta katanya banyak disana.
Pukul 12.30, kami pun keluar dari Stasiun Tegal dan naik becak kea rah Terminal Tegal dengan ongkos Rp. 15.000,-
Pukul 13.00, kami pun sampai di Terminal Tegal, dan langsung mencari informasi Bus ke arah Jakarta, syukur Alhamdulillah bus nya ada dan mau berangkat, tapi ke arah Grogol, ga apa2 lah, yang penting sampe Jakarta biar hari Selasa saya sudah bisa masuk kerja lagi. Akhirnya kami beli tiket dari seorang Calo dengan harga awal Rp. 80.000,- orang kami tawar dan dapat harga Rp. 70.000,- per orang.
Pukul 13.20, Bus yang kami naiki adalah Menara Jaya, berangkat dari Terminal Tegal untunglah kami dapat duduk dan carrier kami di taruh di Bagasi. Perjalanan lancar sampai di Indramayu stuck macet lama sekali hampi 3 jam-an. Kami pun tertidur pulas
Pukul 23.30, setelah hampir kurang lebih 11 jam di Bus, kami pun minta turun di Pintu keluar Tol Cawang, kami pun turun dan berjalan kea rah tugu pancoran untuk naek angkutan ke arah Pasar Minggu.
Pukul 23.40, kami pun naik mobil elf yang kearah Pasar Minggu dengan tarif Rp. 2.500,- per orang.
Pukul 00.00, kami pun tiba di Pasar Minggu dan langsung mencari angkot 05 jurusan Bojonggede – Depok yang biasa disebut Mobil kalong, karena hanya ada jam 12 malam keatas, rutenya pun menjadi Pasar Minggu – Bojonggede. [/spoiler]
Selasa Tanggal 6 September 2011
Pukul 00.20, Angkot tersebut jalan dan menuju Stasiun Bojonggede, kami pun tertidur pulas di angkot, ongkos angkot Rp. 7.000,- per orang
Pukul 01.15, angkot pun sampai di Stasiun Bojonggede, rumah kami pun Cuma 500 meter dari Stasiun, kami pun inisiatif meminta bantuan teman kami namanya Gobel, yang sedang bergadang untuk menjemput kami di Stasiun Bojonggede, kami pun dijemput sama dia satu persatu.
Pukul 01.30, dengan mengucap Alhamdulillah kami pun tiba di Rumah dengan selamat dan sehat sesuai do’a orang tua dan do’a kami juga. Seneng rasanya sudah sampai rumah kangen masakan nyokap, home sweet home…..[/spoiler]
Sekian cerita panjang dari TS, mohon maaf kalau cerita ini terlalu panjang,
Bagi yang mau beramal :cendolbig silahkan masukkan ke kulkas ane, guna menghargai jerih payah menulis thread ini.
Bagi yang tidak suka dengan thread ane mohon jangan di :batabig
Kami mau mengucapkan thanks to :
- Allah S.W.T
- Orang Tua Kami, Ibu khususnya
- Keluarga kami yang selalu support
- Teman2 AMPALA yang selalau support kami
- The Largest Indonesian Community tentunya www.kaskus.us
- Forum OANC
Rincian Biaya Pergi :
- Dari Rumah naik angkot ke St. Bojonggede Rp. 1.500,- per orang
- Naik Kereta dari Bojonggede – Jakarta ekonomi Rp. 2.000,- per orang
- Naik Ojek dari Stasiun Juanda – Stasiun Senen Rp. 10.000,- per orang
- Kereta dari St. Senen – St. Semarang Poncol (KA Tawang Jaya Ekonomi) Rp. 33.500,- per orang
- Naik angkot dari St. Semarang Poncol – Terminal Terboyo Rp. 5.000,- per orang
- Naik bus dari Terminal Terboyo tujuan Purwokerto (turun di Ds. Garung) Rp. 25.000,- per orang
- Pendaftaran Rp. 5.000,- per orang
Rincian Biaya Pulang :
- Naik Bus Jurusan Purwokerto – Semarang (Terminal Terboyo) Rp. 30.000,- per orang
- Naik angkot dari Terminal Terboyo – St. Semarang Poncol Rp. 5.000,- per orang
- Naik Kereta Bisnis Kaligung – Tegal Rp. 25.000 per orang
- Naik Becak dari St. Tegal – Terminal Tegal Rp. 17.000
- Naik Bus dari Tegal – Jakarta (turun di Cawang) Rp. 70.000 per orang
- Naik Angkot/ elf dari Pancoran ke Pasar Minggu Rp. 2.500 orang
- Naik Angkot 05 (angkot kalong) Bojonggede – Depok turun di Bojonggede Rp. 7.000,-
Total PP untuk 1 orang = Rp. 230.500,- (harga ini pasca lebaran, mungkin bisa berubah di lain hari selain pasca lebaran)
Larangan yang ada di Gunung Sumbing
1. Dilarang Bohong dan Sombong (berlaku di Dusun Garung)
2. Dilarang Mengeluh (berlaku di Kawasan Pestan)
3. Dilarang Buang Air Besar/ Kecil di sembarang tempat (berlaku di Kawasan Watu Kotak – Puncak)
4. Dilarang Membawa Narkoba/ Miras (di kawasan Gunung Sumbing)
5. Dilarang Berpacaran/ Berzina (di Kawasan Gunung Sumbing)
Bagi yang mau liat TOPER lengkapnya bisa mengunjungi FB ane
http://www.facebook.com/media/set/?set=a.2167052334256.2116283.1185091411
